Cremiera
Penjual dawet ayu dengan pikulan dua gentong di Pasar Sumpiuh, Banyumas
Jawa

Jawa Tengah

Setiap kabupaten punya dawetnya, setiap kota punya wedangnya, dan satu kecamatan di Sukoharjo memasok penjual jamu gendong ke seluruh Jawa.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Pulau
Jawa
Kelompok budaya
Jawa (Banyumasan, Pesisiran, Mataraman), Tionghoa peranakan di pesisir
Bahan khas
Tepung beras, santan, gula jawa, jahe, kunyit, kencur, teh melati
Ruang sosial
Pasar, pikulan, angkringan, warung teh poci

Gbr. 01 Penjual dawet ayu di Pasar Sumpiuh, Banyumas. Tyo Satriany · CC BY-SA 4.0 · Commons

Jawa Tengah adalah provinsi dawet. Dawet Ayu Banjarnegara dari Banjarnegara, dipikul dengan dua gentong, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2024. Dawet Ireng Purworejo Purworejo hitam karena abu merang. Solo punya dawet telasih, Tegal dawet beras putih, Jepara dawet sagu aren. Malamnya, kuah jahe mengambil alih: sekoteng dan wedang ronde dijual dari gerobak di Semarang dan Salatiga, dan STMJ Karang Doro di Semarang sudah beroperasi sejak 1950.

Dan ada jamu. Sebagian besar penjual jamu gendong di kota-kota Jawa dan Jakarta berasal dari Nguter, Sukoharjo, kecamatan yang sejak 1960-an dikenal sebagai kampung jamu. Kunyit asam dan beras kencur yang diminum di Jakarta kemungkinan besar diracik dengan resep Nguter.

Minuman yang dibahas

Tegal, kota teh

Di pesisir barat, Tegal dan Slawi mengembangkan cara minum teh sendiri: teh poci dengan gula batu yang tidak diaduk, dan kata wasgitel untuk teh yang benar. Pabrik-pabrik teh melati Slawi sejak 1930-an membuat teh poci menjadi identitas kota.

Nguter, kampung jamu

Cerita Nguter, dari Yoso Hartono yang berjualan di pasar pada 1932 sampai Pasar Jamu Nguter yang diresmikan 2015, ada di Jamu Gendong dan Kampung yang Melahirkannya.

Sumber & bacaan

  1. Dawet Ayu Banjarnegara Resmi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya TakBenda Indonesia Disparbud Banjarnegara.
  2. Sejarah Sukoharjo Berjuluk "Kota Jamu" Kompas.com.