STMJ adalah singkatan dari susu, telur, madu, jahe: minuman hangat dari susu panas yang dicampur kuning telur kocok, madu, dan rebusan jahe. Minuman ini paling identik dengan Malang, Jawa Timur, tempat warung-warung STMJ menjamur sejak 1970-an, meski warung STMJ tertua yang kami temukan justru di Semarang, beroperasi sejak 1950.
Minuman yang dieja
Sedikit minuman Nusantara yang namanya berupa akronim. STMJ adalah produk warung kota: bahannya susu (dulu susu segar dari peternakan sekitar Malang dan Batu, kini sering susu kental manis), telur ayam kampung yang kuningnya dikocok sampai mengembang, madu, dan jahe yang direbus atau diparut. Kadang ditambah merica, kayu manis, atau ginseng bubuk. Di warung, STMJ dibuat per gelas: kuning telur dikocok dengan sendok atau mixer kecil sampai putih berbuih, madu dan jahe dimasukkan, lalu susu panas dituang sambil terus dikocok.
Kerabatnya di luar Jawa
STMJ punya dua sepupu yang lebih tua. Teh Talua dari Minangkabau memakai teh sebagai dasar, bukan susu, dengan kuning telur yang dikocok sampai berlapis. Sarabba dari Makassar memakai santan dan gula aren. Ketiganya berbagi ide yang sama: kuning telur kocok yang "dimatangkan" oleh cairan panas sehingga minuman menjadi kental dan berbuih.
Malang dan malam
Malang dan Batu berhawa dingin, punya peternakan sapi perah, dan punya budaya nongkrong malam. Tiga hal itu yang membuat STMJ tumbuh di sana. Warung STMJ buka sore sampai dini hari, dan sebagian sudah dikelola generasi kedua atau ketiga. Sebutan "sejak 1970-an" datang dari cerita warung-warung ini, bukan dari dokumen.
Sumber & bacaan
- 5 Fakta Minuman STMJ yang Hangat Menyehatkan detikFood.
- Musim Hujan, STMJ Karang Doro Semarang Jadi Jujukan Radar Semarang; warung sejak 1950.



