Riset meja
Edisi pertama Cremiera disusun sepenuhnya dari sumber tertulis yang bisa diakses publik. Kami tidak melakukan kunjungan lapangan, wawancara, atau uji resep di dapur sendiri, dan kami tidak menuliskannya seolah-olah kami melakukannya. Setiap halaman mencantumkan tanggal peninjauan dan daftar sumber yang benar-benar kami baca.
Cara memilih minuman
Kami memulai dari minuman yang paling sering dicari dan paling sering disalahpahami, lalu membangun gugus di sekitarnya: cendol dan keluarga dawet; tuak dan seluruh perjalanan nira; wedang Sunda, Betawi, dan Jawa; jamu; minuman lapau Minang. Sebuah minuman masuk bila kami menemukan setidaknya dua sumber independen yang menjelaskan bahan dan daerahnya secara konsisten. Sebuah daerah mendapat halaman bila setidaknya tiga minumannya sudah kami tulis; selebihnya kami sebut di halaman pulau dan kami akui belum tergarap.
Hierarki sumber
- Dokumen primer dan lembaga: prasasti dan naskah yang dikutip ahli, kamus (KBBI, kamus kolonial), penetapan resmi (Warisan Budaya Takbenda Kemdikbud, UNESCO), situs pemerintah daerah dan balai pelestarian.
- Kajian akademik: jurnal Indonesia tentang etnobotani, fermentasi nira, pariwisata kuliner, dan antropologi.
- Liputan media yang menyebut narasumber: Kompas, Tempo, ANTARA, RRI, Historia, tatkala, TelusuRI, dan media daerah.
- Ensiklopedia daring, yang kami pakai untuk menemukan rujukan primer, bukan sebagai rujukan akhir.
Situs resep, agregator, dan artikel yang saling menyalin tanpa sumber tidak kami jadikan dasar klaim sejarah. Bila sebuah klaim hanya ada di sumber semacam itu, kami menandainya sebagai "beredar" atau "belum terverifikasi".
Memverifikasi klaim sejarah
Klaim asal-usul adalah bagian paling rawan dari tulisan kuliner. Aturan kami: sebuah tanggal atau naskah hanya kami tulis sebagai fakta bila ada rujukan yang menunjukkan teksnya atau ahli yang menyebutnya secara spesifik. Contoh: kami menulis Prasasti Taji (901 M) menyebut tuak, karena daftar hidangannya dipublikasikan dengan mengutip arkeolog; kami tidak menulis prasasti itu menyebut dawet, karena tidak menemukan transkripsi yang memuatnya, meski klaim itu beredar luas. Kami menulis legenda Sultan Agung untuk wedang uwuh sebagai legenda. Kami tidak mengulang "sudah ada sejak abad ke-10" untuk bandrek karena tidak ada sumbernya.
Klaim daerah yang bersaing
Ketika dua daerah atau dua negara mengklaim minuman yang sama, kami memuat bukti masing-masing dan tidak memutuskan pemenang. Untuk cendol, kami menyajikan bukti Jawa, Semenanjung, dan teori Persia serta Hakka dalam satu tabel dengan penilaian per bukti. Untuk tuak, kami menolak menyatukan tradisi Batak, Bali, Toraja, Dayak, dan NTT ke dalam satu definisi, dan menulis masing-masing dengan istilahnya sendiri.
Resep
Resep kami adalah sintesis dari resep-resep yang terdokumentasi dan cara kerja penjual yang dilaporkan, ditulis ulang supaya langkahnya konsisten dengan yang kami ketahui tentang bahannya (santan yang pecah bila mendidih, kunyit yang bereaksi dengan aluminium, nira yang berfermentasi dalam hitungan jam). Setiap resep menyatakan bahwa ia tidak diuji di dapur kami. Takaran adalah titik awal.
Klaim kesehatan
Kami membedakan tiga hal: penggunaan tradisional ("jahe secara tradisional dipakai untuk menghangatkan badan"), reputasi pemasaran ("dijual sebagai penambah stamina"), dan bukti ilmiah. Yang pertama dan kedua kami tulis apa adanya sebagai bagian dari budaya minuman itu. Yang ketiga hampir tidak pernah kami klaim, karena kajian tentang bahan tidak sama dengan kajian tentang minumannya. Cremiera tidak memberi nasihat medis.
Minuman beralkohol
Tuak, ballo, sopi, moke, dan sejenisnya dibahas sebagai warisan pertanian, fermentasi, dan adat. Kami tidak memberi petunjuk membeli, tidak menyebut tempat membeli, tidak membandingkan kekuatan, dan tidak menggambarkan mabuk sebagai tujuan. Angka kadar alkohol yang kami sebut berasal dari kajian yang dikutip dan diberi keterangan bahwa nilainya bervariasi.
Gambar
Semua foto berasal dari Wikimedia Commons dengan lisensi yang mengizinkan penggunaan ulang (Creative Commons atau domain publik), diambil lewat skrip yang menyimpan nama fotografer, lisensi, dan tautan halaman berkas untuk setiap gambar. Kredit dicantumkan di bawah setiap foto dan di halaman sumber. Kami tidak memakai foto stok dan tidak menghubungkan gambar dari situs lain secara langsung. Bila sebuah minuman belum punya foto yang layak, kami memakai foto bahan atau konteks daerahnya dan mengatakannya di keterangan.
Koreksi
Bila Anda menemukan kesalahan fakta, klaim yang tidak bersumber, atau resep yang tidak bekerja, beri tahu kami. Koreksi yang mengubah substansi halaman dicatat di halaman itu dengan tanggal peninjauan yang diperbarui.