Cremiera
Kenali minuman

Apa Beda Nira dan Tuak?

Pagi hari ia nira. Sore hari ia tuak. Minggu depan ia cuka. Yang berubah bukan bahannya, melainkan jamnya.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Ringkasan

Nira adalah cairan manis yang keluar dari mayang palem (aren, kelapa, lontar) saat disadap, dengan kadar gula sekitar 10–15 persen dan tanpa alkohol yang berarti. Tuak adalah nira yang sudah difermentasi oleh ragi liar, biasanya dalam hitungan jam sampai hari, sehingga sebagian gulanya berubah menjadi alkohol dan rasanya menjadi asam-manis. Keduanya cairan yang sama pada tahap yang berbeda. Perhatikan: di Bali dan Lombok nira segar disebut tuak manis, dan di Rote nira lontar disebut tuak begitu saja, sehingga kata "tuak" tidak selalu berarti beralkohol.

Perbandingan

Nira dan tuak
NiraTuak
ApaCairan sadapan segarNira yang difermentasi
WaktuDiminum dalam beberapa jam setelah disadapSetelah beberapa jam sampai beberapa hari
RasaManis bersih, sedikit berbuihAsam-manis, menyengat, pahit bila diberi laru/raru
AlkoholTidak berartiRendah, bervariasi (sering dikutip 2–8%), lebih tinggi dengan raru
TampilanPutih keruh, tenangPutih keruh, berbuih lebih banyak
Nama daerahLahang (Sunda), legen (Pantura), tuak manis (Bali, Lombok), tuak (Rote), nira/aia niro (Minang)Tuak (Batak, Jawa, Melayu), tuak wayah (Bali), toaq (Sasak), ballo (Toraja), saguer (Minahasa), tuo (Nias)
Kegunaan lainDimasak menjadi gula aren/jawa/lontarDisuling menjadi arak, sopi, moke, cap tikus; dibiarkan menjadi cuka

Apa yang terjadi di antara keduanya

Nira mengandung sukrosa dan sedikit gula lain. Begitu keluar dari pohon, ragi liar dari udara dan dari dinding bumbung mulai memecah gula menjadi etanol dan karbon dioksida; buih yang naik adalah tanda pertamanya. Kajian laboratorium menunjukkan sebagian besar gula sudah berubah dalam sekitar dua hari. Setelah itu bakteri asam asetat mengubah etanol menjadi asam cuka. Penyadap mengendalikan proses ini dengan dua cara: kapur sirih atau bumbung bersih untuk menahan fermentasi (untuk nira dan gula), atau laru dari kulit kayu dan bumbung lama untuk mendorongnya (untuk tuak).

Cara membedakan di tempat

  • Cium. Nira berbau manis seperti gula aren mentah. Tuak berbau asam, seperti tape, dan sedikit menyengat.
  • Lihat buihnya. Nira tenang atau berbuih halus. Tuak berbuih terus dan mendesis bila dituang.
  • Cicip. Nira manis bersih. Tuak asam-manis dengan rasa hangat di tenggorokan.
  • Tanya jam sadapnya. Legen yang dibeli sore dari sadapan pagi sudah mulai menjadi tuak.

Ketika "tuak" berarti nira

Ini sumber kebingungan terbesar. Di Bali, tuak manis adalah nira segar dan tuak wayah tuak yang sudah tua. Di Lombok, orang Sasak membedakan tuak manis dan toaq. Di Rote, cairan yang disadap dari lontar disebut tuak tanpa konotasi mabuk, dan diminum anak-anak sampai orang tua. Sebaliknya, di Jawa dan Sumatra, "tuak" hampir selalu berarti yang sudah beralkohol, dan nira segar punya nama lain: lahang, legen. Peta istilahnya ada di Apa Itu Tuak? Satu Kata, Banyak Minuman.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nira mengandung alkohol?
Nira yang benar-benar segar tidak mengandung alkohol yang berarti. Fermentasi mulai dalam hitungan jam, sehingga nira yang sudah disimpan setengah hari mulai mengandung alkohol.
Apakah legen dan lahang sama dengan tuak?
Legen (nira siwalan) dan lahang (nira aren) adalah nira segar. Bila dibiarkan berfermentasi, keduanya menjadi tuak.

Sumber & bacaan

  1. Pengaruh Lama Penyimpanan Minuman Tuak (Arenga pinnata) Terhadap Kadar Alkohol dan Kadar Asam Cuka Jurnal Analis Medika Biosains.
  2. Analisis Kadar Alkohol Nira Manis Pohon Aren Arfak Chem.
  3. Hikayat Tuak tatkala.co; tuak manis dan tuak wayah.