Cremiera
Taman Fatahillah di Kota Tua Jakarta dengan bangunan kolonial di sekelilingnya
Jawa

Jakarta & Betawi

Kota pelabuhan tempat es pertama kali mendarat, bir dibuat dari rempah, dan minuman baru lahir dari gerobak.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Pulau
Jawa
Kelompok budaya
Betawi; Tionghoa peranakan; pendatang dari seluruh Indonesia
Bahan khas
Jahe, secang, sagu aren dan hunkwe, santan, es
Ruang sosial
Gerobak keliling, Kota Tua, Setu Babakan

Gbr. 01 Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta. Di kawasan ini bir pletok dan selendang mayang masih dijual. Alif Mikail · CC BY-SA 4.0 · Commons

Jakarta menyumbang dua hal pada peta minuman Nusantara. Pertama, minuman Betawi yang lahir dari pergaulan kota kolonial: bir pletok, jawaban orang Betawi atas bir Belanda, dan es selendang mayang, puding tiga warna dalam santan yang kini kian langka. Kedua, minuman yang diciptakan di gerobak kota besar dan menyebar lewat waralaba: es teler. Selain itu, Jakarta adalah pelabuhan tempat bongkahan es dari Boston mendarat pada 1846, peristiwa yang mengubah cara Nusantara minum; ceritanya di Ketika Es Tiba di Batavia.

Minuman yang dibahas

Delapan ikon Betawi

Peraturan gubernur DKI Jakarta menetapkan delapan ikon budaya Betawi, dan bir pletok ada di antaranya bersama kerak telor, ondel-ondel, dan batik Betawi. Di Kota Tua dan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, bir pletok dan selendang mayang dijual berdampingan. Cerita bir pletok ada di Bir Pletok, Bir yang Tidak Memabukkan.

Kota semua orang

Hampir semua minuman Nusantara bisa ditemukan di Jakarta: cendol dan bajigur dari gerobak Sunda, wedang ronde dan sekoteng dari penjual Jawa, es pisang ijo Makassar, sampai lapo tuak Batak di Senen dan Tanjung Priok. Jakarta adalah tempat minuman daerah bertemu, dan sering berubah.

Sumber & bacaan

  1. Bir pletok Wikipedia (Indonesia).
  2. Sejarah Es Batu Pertama Masuk Indonesia yang Bikin Heboh pada 1846 Jatim Times.