Cremiera lahir dari pertanyaan sederhana yang ternyata sulit dijawab di internet: apa sebenarnya beda cendol dan dawet? Jawaban yang ada tersebar di potongan artikel yang saling menyalin, dengan klaim yang tidak bersumber dan resep yang tidak menjelaskan mengapa. Kami ingin satu tempat yang menjawab pertanyaan seperti itu dengan sungguh-sungguh, lalu mengajak pembaca ke pertanyaan berikutnya: terbuat dari apa, dari mana, siapa yang menjual, apa yang mirip.
Apa yang kami liput
Minuman dari seluruh kepulauan Indonesia: minuman dingin bersantan, wedang dan minuman rempah, jamu dan loloh, nira dan hasil fermentasinya, serta cara-cara Nusantara memperlakukan teh dan kopi. Untuk setiap minuman, kami berusaha menjawab apa itu, dari mana, bahan utamanya, rasa dan teksturnya, cara tradisional membuatnya, variasi daerahnya, sejarahnya sejauh bisa dibuktikan, dan minuman yang berkerabat dengannya. Semua itu dihubungkan dengan halaman daerah, bahan, resep, dan cerita, supaya pembaca bisa berpindah dari cendol ke daun suji ke Banjarnegara ke dodol dawet tanpa kehilangan benang.
Edisi pertama ini memuat 40 minuman, 16 halaman daerah, 14 bahan, 15 resep, 11 cerita, dan 10 halaman tanya-jawab. Dua minuman mendapat perhatian khusus sejak awal: cendol, karena ia minuman Nusantara yang paling luas dikenal dan paling sering diperdebatkan, dan tuak, karena satu kata itu menyimpan banyak tradisi yang berbeda dan sering disederhanakan.
Apa yang tidak kami lakukan
- Kami tidak menjual minuman, tidak menerima iklan produk minuman, dan tidak mempromosikan minuman beralkohol. Tuak dan sulingannya dibahas sebagai warisan pertanian dan adat.
- Kami tidak membuat klaim kesehatan. Bila sebuah minuman dipercaya berkhasiat, kami menuliskannya sebagai kepercayaan tradisional, bukan sebagai fakta medis.
- Kami tidak mengarang cerita asal-usul. Bila sumber tidak sepakat atau tidak ada, kami mengatakannya.
- Kami tidak berpura-pura pernah mencicipi, mengunjungi, atau mewawancarai bila tidak. Cremiera pada edisi pertama ini adalah riset meja.
Siapa di baliknya
Cremiera ditulis dan diriset oleh Redaksi Cremiera, tim editorial kecil yang bekerja dari sumber tertulis: arsip pemerintah dan lembaga kebudayaan, jurnal, kamus, ensiklopedia, dan liputan media yang kredibel. Kami tidak mengklaim gelar, sertifikasi, atau pengalaman lapangan yang tidak kami miliki. Cara kami bekerja dijelaskan di halaman metodologi, aturan yang kami pegang di kebijakan editorial, dan semua sumber di halaman sumber.
Nama
Cremiera bukan kata Indonesia dan bukan nama minuman. Ia dipilih sebagai nama merek yang mudah diingat, dan tidak dimaksudkan merujuk pada tempat, orang, atau produk mana pun.