Kunyit asam adalah jamu yang bahan utamanya kunyit segar yang diparut atau diblender dan diperas, dicampur asam jawa dan gula; kunyit mendominasi, warnanya oranye pekat, rasanya asam-manis dengan sedikit getir. Sinom adalah jamu yang bahan utamanya daun asam muda (sinom), direbus dengan kunyit yang hanya diiris, gula, dan asam; hasilnya lebih pucat, lebih ringan, dan lebih manis. Sinom lekat dengan Surabaya dan Jawa Timur; kunyit asam ada di seluruh Jawa.
Perbandingan
| Kunyit asam | Sinom | |
|---|---|---|
| Bahan utama | Kunyit | Daun asam muda |
| Peran kunyit | Utama, diparut/diblender | Pelengkap, hanya diiris |
| Asam | Daging buah asam jawa | Daun asam muda, kadang ditambah buahnya |
| Cara buat | Peras, rebus sebentar | Rebus semua bahan bersama |
| Warna | Oranye pekat | Oranye muda kekuningan |
| Rasa | Asam-manis, getir kunyit | Manis-asam, ringan, segar daun |
| Daerah | Seluruh Jawa | Jawa Timur, terutama Surabaya |
| Urutan jamu gendong | Kedua (setelah beras kencur) | Terakhir (kedelapan) |
Sinom, daun yang dimaksud
Dalam bahasa Jawa, sinom berarti daun muda, dan khususnya pucuk daun asam jawa yang masih kecil dan hijau kekuningan. Daun ini asam dan wangi, dan bila direbus memberi rasa yang lebih ringan daripada daging buah asam. Karena kunyitnya hanya diiris, bukan diparut, kunyit tidak mendominasi. Sinom adalah jamu penutup dalam urutan delapan jamu gendong: manis dan segar untuk mengakhiri.
Mana untuk siapa
- Suka rasa kunyit yang tegas: kunyit asam.
- Mau yang ringan dan manis, atau untuk anak-anak: sinom.
- Tidak punya daun asam muda: buat kunyit asam; sinom tanpa daun asam bukan sinom.
Resep: resep kunyit asam. Semua jamu gendong: jamu.


