Cremiera
Masjid Raya Bandung dan alun-alun kota Bandung
Jawa

Jawa Barat

Aren adalah kuncinya: niranya jadi lahang, gulanya jadi pemanis cendol dan bandrek, bijinya jadi kolang-kaling bajigur. Priangan minum dari satu pohon.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Pulau
Jawa
Kelompok budaya
Sunda; Cirebon di pesisir
Bahan khas
Gula aren (gula kawung), nira aren, jahe, santan, hunkwe, daun suji
Ruang sosial
Gerobak bandrek-bajigur, warung cendol, pasar pagi

Gbr. 01 Alun-alun Bandung. Di sekitarnya, cendol dan bandrek sudah dijual sejak lama. Rhmtdns · CC BY-SA 3.0 · Commons

Jawa Barat adalah tanah aren (Enau), dan hampir semua minumannya bisa dilacak ke pohon itu. Niranya yang segar adalah lahang. Niranya yang dimasak adalah gula kawung, pemanis cendol, bandrek, dan bajigur. Biji buahnya adalah kolang-kaling yang mengapung di bajigur. Tambahkan santan dari kelapa dataran rendah dan jahe dari kebun pegunungan, dan Anda punya seluruh menu Priangan: dingin di siang hari, hangat di malam yang dingin.

Minuman yang dibahas

Satu gerobak, dua minuman

Bandrek dan bajigur hampir selalu dijual bersama dari gerobak yang berkeliling sore dan malam, dengan ceret di atas arang dan ubi serta kacang rebus di sampingnya. Keduanya sering tertukar; perbandingannya di Apa Beda Bandrek dan Bajigur?.

Bandung dan cendolnya

Cendol Bandung punya nama besar: Cendol Elizabeth, yang dijual H. Rohman dengan gerobak sejak 1972 dan namanya diambil dari nota toko tas. Ceritanya di Gerobak, Nota Toko Tas, dan Nama Cendol Elizabeth. Di Garut ada es goyobod, di Cirebon es doger: dua es yang memakai hunkwe dan santan dengan hasil yang sangat berbeda.

Sumber & bacaan

  1. Cendol Elizabeth: Rasa yang Tak Pernah Berubah, Legakan Dahaga Sejak 1972 Pemprov Jawa Barat.
  2. Lahang - Minuman Tradisional Khas Sunda Budaya Indonesia.