Wedang jahe adalah minuman hangat paling dasar di Jawa: jahe yang dibakar atau digeprek, direbus dengan air dan gula, sering ditambah serai dan pandan. Dari dasar ini berkembang banyak wedang lain, mulai dari bandrek yang berempah sampai sarabba yang bersantan dan bertelur.
Tiga jahe, tiga watak
| Jenis | Ciri rimpang | Rasa | Lazim untuk |
|---|---|---|---|
| Jahe emprit | Kecil, ramping, kuning | Pedas tegas, aroma tajam | Wedang jahe, bandrek; favorit penjual wedang |
| Jahe gajah | Besar, gemuk, kuning muda | Paling lembut, kurang pedas | Minuman ringan, manisan, industri |
| Jahe merah | Kecil, kulit kemerahan | Paling pedas, minyak atsiri tertinggi | Wedang "keras", jamu |
Untuk wedang yang pedasnya bersih, jahe emprit adalah pilihan aman. Jahe merah untuk yang mau menyengat. Jahe gajah membuat wedang yang hangat tetapi lembut, cocok bagi yang tidak tahan pedas.
Mengapa jahe dibakar
Penjual wedang hampir selalu membakar jahe sebentar di atas bara atau api kompor sebelum menggepreknya. Panas kering membuat kulit sedikit hangus dan aroma jahe berubah: lebih hangat, lebih manis, kurang "mentah". Setelah dibakar, jahe dikupas seadanya, digeprek supaya seratnya terbuka, lalu direbus. Rebusan yang terlalu lama membuat wedang pahit; sepuluh sampai lima belas menit biasanya cukup.
Keluarga besar wedang jahe
- Tambahkan gula aren, serai, kayu manis, lada, dan kelapa muda: jadilah bandrek (Sunda).
- Tambahkan santan, kuning telur, dan merica: sarabba (Makassar).
- Tambahkan gula aren dan kenari: air guraka (Ternate).
- Tambahkan susu, telur, dan madu: STMJ (Malang).
- Tambahkan bola ketan: wedang ronde. Tambahkan kacang hijau dan roti: sekoteng.
- Tambahkan secang: wedang secang, dan dengan daun-daunnya, wedang uwuh.
Cara membuat versi dasarnya di resep wedang jahe. Arti kata wedang sendiri kami bahas di Apa Arti Wedang?.
Sumber & bacaan
- Ada 3 Jenis Paling Dikenal, Ini Beda Jahe Emprit, Jahe Gajah dan Jahe Merah Tribun Jateng.
- Arti kata wedang KBBI daring.





