Beras kencur adalah jamu dari beras yang direndam lalu disangrai, dihaluskan bersama kencur dan sedikit jahe, diperas, dan dimaniskan gula jawa. Rasanya manis dan hangat dengan aroma kencur yang khas, sehingga sering menjadi jamu pertama yang diberikan kepada anak-anak dan jamu pembuka dalam urutan jamu gendong.
Mengapa berasnya disangrai
Beras direndam beberapa jam sampai lunak, ditiriskan, lalu disangrai di wajan kering sampai kekuningan dan wangi. Sangrai mengubah pati beras: memberi aroma seperti nasi bakar, membuatnya mudah dihaluskan, dan menghasilkan jamu yang lembut dan sedikit kental. Beras sangrai ini kemudian ditumbuk atau diblender bersama kencur, jahe, dan air, diperas, dan hasil perasannya direbus sebentar dengan gula jawa, asam jawa, dan garam.

Kencur, bukan jahe
Kencur (Kaempferia galanga) sering dikira jahe kecil, padahal aromanya sangat berbeda: kamper, sedikit seperti pinus, hangat tapi tidak pedas. Aroma inilah jiwa beras kencur. Jahe hanya sedikit, untuk memberi hangat di belakang. Kencur tua lebih beraroma daripada kencur muda.
Jamu pembuka
Dalam urutan minum delapan jamu gendong, beras kencur diminum pertama karena manis dan lembut, sebelum kunyit asam yang asam, cabe puyang yang pedas, dan pahitan yang pahit. Karena rasanya yang ramah, beras kencur juga jamu yang paling banyak dijual dalam kemasan. Resep rumahan ada di resep beras kencur.



