Jamu adalah racikan tradisional dari rimpang (Kunyit, kencur, temulawak, jahe), daun, buah, dan rempah, yang diminum untuk menjaga kebugaran. Bentuk paling dikenalnya adalah jamu gendong: delapan jenis jamu dalam botol yang dibawa penjual, umumnya perempuan, dalam bakul di punggung. Pada 6 Desember 2023, "Budaya Sehat Jamu" diinskripsi UNESCO ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Jamu sebagai minuman, jamu sebagai budaya
Cremiera membahas jamu sebagai minuman: apa bahannya, bagaimana rasanya, siapa yang membuat dan menjualnya. Kami sengaja tidak membahasnya sebagai obat. Yang diakui UNESCO pun bukan khasiat jamu, melainkan budaya sehat-nya: pengetahuan tentang tanaman, keterampilan meracik, kebiasaan minum, dan hubungan antara manusia dan alam yang diwariskan lintas generasi. Berkas nominasinya disusun dengan riset yang melibatkan ratusan praktisi, dari peracik sampai penjual, di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jakarta.
Delapan jamu gendong
Penjual jamu gendong tradisional membawa delapan jamu, dan urutannya bukan kebetulan. Rasa bergerak dari manis dan asam, ke pedas-hangat, ke pahit, lalu ke tawar; jamu yang manis diminum dulu, yang pahit belakangan, dan yang tawar untuk membilas.
| Jamu | Bahan utama | Rasa |
|---|---|---|
| Beras Kencur | Beras sangrai, kencur, jahe, gula jawa | Manis, hangat |
| Kunyit Asam | Kunyit, asam jawa, gula | Asam-manis, sedikit sepat |
| Cabe puyang | Cabai jawa, lempuyang, kadang jahe | Pedas, hangat |
| Pahitan | Sambiloto, brotowali | Sangat pahit |
| Kunci suruh | Temu kunci, daun sirih | Getir, wangi |
| Kudu laos | Mengkudu, lengkuas | Pahit-hangat |
| Uyup-uyup / gepyokan | Kencur, jahe, daun katuk, dan lainnya | Getir, hijau |
| Sinom | Daun asam muda, kunyit, gula | Manis-asam, segar |
Susunan delapan ini lazim ditafsirkan mengikuti delapan penjuru mata angin dan Surya Majapahit, dan ada cerita bahwa jamu disajikan bagi keluarga raja pada masa Majapahit. Kami mencatat tafsir itu sebagai bagian dari tradisi tutur, bukan fakta sejarah yang terverifikasi.

Jamu gendong dan kampung asalnya
Sebagian besar penjual jamu gendong di kota-kota Jawa dan Jakarta berasal dari satu kecamatan: Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sejak 1960-an warga Nguter merantau membawa keterampilan meracik, dan kampung itu kini punya pasar jamu dan julukan "Kota Jamu". Ceritanya, termasuk peran perempuan di dalamnya, ada di Jamu Gendong dan Kampung yang Melahirkannya.
Cara jamu dibuat
Pola dasarnya sama untuk hampir semua jamu: rimpang dicuci, diparut atau ditumbuk, diperas atau direbus dengan air, dimaniskan gula jawa atau gula pasir, diberi sedikit garam, disaring, dan dibotolkan pagi hari. Ada dua kebiasaan yang dipegang peracik: jamu yang mengandung kunyit dan asam sebaiknya tidak direbus dalam panci logam karena bereaksi, dan jamu tidak dibuat untuk disimpan; yang tidak habis hari itu dibuang. Resepnya ada di resep kunyit asam dan resep beras kencur.
Jamu di luar Jawa
Bali punya loloh, minuman daun yang fungsinya serupa jamu, misalnya loloh cemcem dari Penglipuran. Di Madura ada tradisi jamu yang kuat dengan ramuan sendiri. Sumatra dan Kalimantan punya ramuan rimpang masing-masing yang tidak selalu disebut jamu. Cremiera baru menuliskan sebagian kecil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu jamu gendong?
Apa yang diakui UNESCO tentang jamu?
Sumber & bacaan
- Budaya Sehat Jamu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Diinskripsi ke Dalam Daftar WBTb UNESCO Kemdikbud, Desember 2023.
- 8 Jenis Jamu Gendong Lengkap dengan Bahan, Manfaat, dan Filosofi Kompas.com.
- Begini Idealnya Minum Jamu Gendong Jamupedia; urutan rasa.
- Sejarah Sukoharjo Berjuluk "Kota Jamu" Kompas.com.




