Sekoteng adalah minuman hangat dari Jawa Tengah berupa kuah jahe manis yang diisi kacang hijau rebus, kacang tanah sangrai, pacar cina, kolang-kaling, dan potongan roti tawar. Namanya lazim dijelaskan berasal dari bahasa Hokkien su ko thung, "sup empat buah", yang lidah Jawa ubah menjadi sekoteng.
Su ko thung dan empat buah yang berganti
Penjelasan yang paling banyak beredar: di Tiongkok ada sup hangat dari empat bahan kering, seperti kacang almond, biji jali, lengkeng, dan biji teratai, yang disebut su ko thung dalam dialek Hokkien. Ketika resep ini dibawa perantau Tionghoa ke Jawa, empat bahan itu diganti dengan yang tersedia: kacang hijau, kacang tanah, kolang-kaling, pacar cina. Kuahnya diberi jahe sesuai selera Jawa. Penjelasan ini konsisten dengan pola wedang ronde, tetapi kami belum menemukan kajian bahasa yang menuntaskannya, jadi anggap sebagai etimologi yang paling mungkin, bukan yang pasti.
Isi semangkuk sekoteng
- Kuah jahe. Jahe bakar, gula pasir (kadang gula merah), serai, pandan, sedikit garam. Sebagian penjual menambahkan cengkih dan kayu manis.
- Kacang hijau. Direbus sampai empuk tetapi tidak hancur.
- Kacang tanah sangrai. Ditaburkan terakhir supaya tetap renyah.
- Pacar cina. Butiran tapioka kecil berwarna merah muda.
- Kolang-kaling dan roti tawar, yang menyerap kuah dan membuat sekoteng mengenyangkan.
Resep di resep sekoteng.
Sekoteng dan wedang ronde
Keduanya kuah jahe dengan isian, keduanya diduga berakar Tionghoa, keduanya dijual malam hari. Pembedanya sederhana: kalau ada bola ketan berisi kacang, itu ronde; kalau tidak ada dan isinya kacang hijau dan kacang tanah, itu sekoteng. Di banyak gerobak keduanya dijual bersama, dan "ronde sekoteng" (ronde di dalam sekoteng) juga lazim.




