Cremiera
Es & Santan·Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta & Betawi

Es Cincau

Daun yang diremas dalam air lalu mengental sendiri. Tanpa gelatin, tanpa agar. Dua tanaman berbeda menghasilkan dua cincau yang berbeda pula.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Segelas es cincau hijau dengan santan, gula merah, dan es batu
Es cincau hijau dengan santan dan gula merah. Gunawan Kartapranata · CC BY-SA 3.0 · Commons
Profil minuman
Keluarga
Es & santan
Asal / persebaran
Seluruh Jawa dan Sumatra; cincau hitam lekat dengan tradisi Tionghoa peranakan
Disajikan
Dingin, dengan santan dan gula merah, atau sirup
Bahan utama
Daun cincau hijau (Cyclea barbata) atau daun dan batang cincau hitam (Mesona palustris)
Rasa
Netral, sedikit "daun"; rasa datang dari santan dan gula
Tekstur
Hijau: sangat lembut, mudah pecah. Hitam: padat, kenyal
Ringkasan

Es cincau adalah minuman dingin dari jeli daun cincau. Ada dua jenis: cincau hijau dari daun Cyclea barbata yang diremas dalam air dan mengental sendiri, dan cincau hitam dari daun serta batang Mesona palustris (janggelan) yang direbus lama. Keduanya disajikan dengan santan dan gula merah atau dengan sirup, ditambah es.

Dua tanaman, dua cincau

Cincau hijau dan cincau hitam
Cincau hijauCincau hitam
TanamanCyclea barbata, tumbuhan merambat berdaun lebarMesona palustris (janggelan), kerabat mint
Cara membuatDaun segar diremas dengan air matang, disaring, didiamkan sampai mengental oleh pektin alaminyaDaun dan batang kering direbus lama, sering dengan abu merang atau tapioka, sampai pekat lalu didinginkan
TeksturSangat lembut, berair, mudah pecahPadat, kenyal, bisa dipotong dadu
WarnaHijau tua transparanHitam pekat
Sajian lazimSantan, gula merah, esSirup, santan, atau es campur

Cincau hijau: jeli yang membuat dirinya sendiri

Yang membuat cincau hijau istimewa adalah tidak adanya proses masak. Daun dicuci, diremas kuat-kuat dengan air matang sampai lendirnya keluar, disaring, lalu dibiarkan satu sampai dua jam. Pektin dalam daun mengikat air menjadi jeli. Karena tidak dipanaskan, klorofilnya utuh dan hasilnya hijau tua. Kelemahannya: cincau hijau tidak tahan lama dan harus habis hari itu juga.

Cara menyajikan

Cincau hijau paling sering disendok kasar ke dalam gelas, disiram santan encer yang diberi pandan dan sedikit garam, lalu gula merah cair dan es. Di Jakarta dan Jawa Barat inilah "es cincau" yang dijual dari gerobak. Cincau hitam lebih sering dipotong dadu dan masuk ke es campur, es teler, atau disajikan dengan sirup dan susu. Di komunitas Tionghoa peranakan, cincau hitam (liang fen) punya sejarah sendiri sebagai minuman pendingin.

Sumber & bacaan

  1. Cincau (tumbuhan) Wikipedia (Indonesia).
  2. Cincau Hitam dan Cincau Hijau, Apa Bedanya? RRI.