Es cincau adalah minuman dingin dari jeli daun cincau. Ada dua jenis: cincau hijau dari daun Cyclea barbata yang diremas dalam air dan mengental sendiri, dan cincau hitam dari daun serta batang Mesona palustris (janggelan) yang direbus lama. Keduanya disajikan dengan santan dan gula merah atau dengan sirup, ditambah es.
Dua tanaman, dua cincau
| Cincau hijau | Cincau hitam | |
|---|---|---|
| Tanaman | Cyclea barbata, tumbuhan merambat berdaun lebar | Mesona palustris (janggelan), kerabat mint |
| Cara membuat | Daun segar diremas dengan air matang, disaring, didiamkan sampai mengental oleh pektin alaminya | Daun dan batang kering direbus lama, sering dengan abu merang atau tapioka, sampai pekat lalu didinginkan |
| Tekstur | Sangat lembut, berair, mudah pecah | Padat, kenyal, bisa dipotong dadu |
| Warna | Hijau tua transparan | Hitam pekat |
| Sajian lazim | Santan, gula merah, es | Sirup, santan, atau es campur |
Cincau hijau: jeli yang membuat dirinya sendiri
Yang membuat cincau hijau istimewa adalah tidak adanya proses masak. Daun dicuci, diremas kuat-kuat dengan air matang sampai lendirnya keluar, disaring, lalu dibiarkan satu sampai dua jam. Pektin dalam daun mengikat air menjadi jeli. Karena tidak dipanaskan, klorofilnya utuh dan hasilnya hijau tua. Kelemahannya: cincau hijau tidak tahan lama dan harus habis hari itu juga.
Cara menyajikan
Cincau hijau paling sering disendok kasar ke dalam gelas, disiram santan encer yang diberi pandan dan sedikit garam, lalu gula merah cair dan es. Di Jakarta dan Jawa Barat inilah "es cincau" yang dijual dari gerobak. Cincau hitam lebih sering dipotong dadu dan masuk ke es campur, es teler, atau disajikan dengan sirup dan susu. Di komunitas Tionghoa peranakan, cincau hitam (liang fen) punya sejarah sendiri sebagai minuman pendingin.
Sumber & bacaan
- Cincau (tumbuhan) Wikipedia (Indonesia).
- Cincau Hitam dan Cincau Hijau, Apa Bedanya? RRI.



