Kunyit asam adalah jamu dari kunyit yang diparut atau dihaluskan, direbus atau diperas bersama asam Jawa dan gula. Warnanya oranye pekat, rasanya asam-manis dengan sepat halus. Ini jamu gendong yang paling luas diminum, termasuk oleh orang yang tidak terbiasa minum jamu, dan lazim disajikan dingin.
Tiga bahan, satu aturan
Kunyit segar (bukan bubuk) dikupas dan diparut atau diblender dengan sedikit air, lalu diperas. Sarinya direbus sebentar dengan asam jawa yang dilarutkan, gula jawa atau gula pasir, sejumput garam, dan selembar pandan bila suka. Satu aturan yang dipegang peracik jamu: jangan memakai panci aluminium atau besi. Kunyit dan asam bereaksi dengan logam saat panas dan mengubah rasa serta warna. Panci tanah liat, kaca tahan panas, atau baja tahan karat lebih aman. Resep di resep kunyit asam.
Kunyit asam dan sinom
Keduanya oranye dan asam, tetapi bahan utamanya berbeda. Pada kunyit asam, kunyit adalah bintangnya dan asam jawa (buahnya) pelengkap. Pada sinom, daun asam muda yang menjadi dasar, kunyit hanya tambahan, sehingga rasanya lebih ringan dan lebih manis. Uraiannya di Apa Beda Kunyit Asam dan Sinom?.
Dalam tradisi
Dalam urutan delapan jamu gendong, kunyit asam diminum di awal, setelah beras kencur, karena rasanya yang ramah. Secara tradisional kunyit asam lekat dengan perempuan dan siklus haid; itu kepercayaan yang luas di Jawa dan alasan banyak orang meminumnya, dan kami mencatatnya sebagai tradisi, bukan sebagai anjuran. Hari ini kunyit asam juga dijual dalam botol di minimarket, sesuatu yang membuat sebagian peracik jamu gendong khawatir sekaligus lega.



