Bandrek adalah minuman jahe, bajigur adalah minuman santan. Keduanya hangat, sama-sama dimaniskan gula aren, dan sama-sama dijual dari gerobak yang sama di tanah Sunda. Bandrek jernih, pedas jahe, wangi serai dan kayu manis, kadang berisi serutan kelapa muda. Bajigur pekat seperti susu, gurih santan, dengan sedikit kopi dan kolang-kaling. Kalau ragu: yang tembus pandang bandrek, yang keruh bajigur.
Perbandingan
| Bandrek | Bajigur | |
|---|---|---|
| Dasar | Rebusan jahe | Santan |
| Pemanis | Gula aren (gula kawung) | Gula aren |
| Rempah | Serai, kayu manis, cengkih, lada atau cabai jawa | Jahe (sedikit), pandan; kadang kayu manis |
| Pembeda | Kelapa muda serut (opsional) | Kopi bubuk (sedikit), kolang-kaling |
| Tampilan | Cokelat keemasan, jernih | Cokelat susu, pekat |
| Rasa | Pedas-hangat, manis, wangi | Gurih, manis, sedikit pahit kopi, hangat samar |
| Cara masak | Direbus sampai wangi | Dipanaskan pelan, tidak boleh mendidih |
| Kerabat | Wedang jahe, sarabba, bir pletok | Wedang tape, sekoteng (isian), STMJ (kepekatan) |
Mengapa dijual bersama
Keduanya minuman sore dan malam untuk udara dingin Priangan, keduanya memakai gula aren, dan keduanya bisa disimpan hangat dalam ceret di atas arang. Pedagang yang sudah membawa arang dan gula aren tinggal menambah satu ceret. Pasangannya pun sama: ubi rebus, pisang rebus, kacang rebus, kue balok. Pembeli memilih menurut suasana: bandrek kalau mau hangat yang menyengat, bajigur kalau mau kenyang.
Mana untuk siapa
- Tidak tahan pedas: bajigur.
- Sedang masuk angin (menurut kebiasaan, bukan resep dokter): bandrek.
- Mau yang mengenyangkan: bajigur dengan kolang-kaling.
- Mau yang tahan disimpan: bandrek; santan bajigur cepat basi.
Resepnya: resep bandrek dan resep bajigur.


