Air guraka adalah minuman hangat khas Ternate dan Halmahera, Maluku Utara, dari rebusan jahe, gula aren, dan serai, yang disajikan dengan taburan kacang kenari cincang. Dalam bahasa Ternate guraka berarti jahe, jadi air guraka secara harfiah adalah air jahe.
Kenari, tanda tangan Maluku
Air guraka terdengar seperti wedang jahe, dan dasarnya memang begitu. Yang mengubahnya adalah kenari (Canarium), kacang berminyak yang tumbuh di Maluku dan menjadi bahan banyak kue di sana. Kenari dicincang atau dibelah dan ditaburkan ke atas air guraka panas sesaat sebelum disajikan. Hasilnya minuman jahe yang punya gigitan gurih dan tekstur, sesuatu yang tidak ada pada wedang jahe Jawa.
Dari istana ke kaki lima
Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku mencatat air guraka sebagai minuman yang dulu disajikan di lingkungan kesultanan Ternate, dan sejumlah sumber menyebutnya "minuman para sultan". Hari ini air guraka adalah dagangan kaki lima di Ternate dan kota-kota Halmahera, dijual murah, diminum saat hujan atau sore hari bersama pisang goreng atau singkong goreng dengan dabu-dabu. Ada kekhawatiran minuman ini tergerus kopi kemasan dan minuman kekinian; itu bagian dari alasan Cremiera memasukkannya.
Cara membuat
- Jahe dibakar dan digeprek, direbus dengan air, gula aren, dan serai (kayu manis dan pandan bila suka) sekitar lima belas menit.
- Saring ke gelas.
- Taburi kenari cincang. Sajikan panas.
Sumber & bacaan
- Aer Guraka, Minuman Para Sultan Di Maluku Utara Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku, Kemdikbud.
- Air guraka Wikipedia (Indonesia).
- Seruput Air Guraka, Minuman Tradisional Ternate yang Tergerus Zaman Liputan6.



