Sarabba adalah minuman hangat khas Bugis-Makassar dari rebusan jahe dan gula aren yang dicampur santan, kuning telur, dan merica bubuk, sering ditambah kayu manis dan cengkih. Hasilnya lebih pekat dan lebih kaya daripada wedang jahe Jawa. Di Makassar sarabba adalah minuman malam yang disantap bersama pisang epe di tepi Pantai Losari.
Wedang jahe yang diperkaya
Kalau dibongkar, sarabba adalah wedang jahe dengan tiga tambahan yang mengubah wataknya. Santan membuatnya pekat dan gurih. Kuning telur yang dikocok lalu dituangi rebusan panas membuatnya berbuih dan lebih "berisi". Merica memberi hangat yang berbeda dari jahe, lebih tajam dan tinggal lebih lama. Karena telur dan santan, sarabba harus dimasak dengan api kecil dan terus diaduk; kalau mendidih, telur menggumpal dan santan pecah.

Bahan dan cara membuat
- Jahe dibakar atau digeprek, direbus dengan air, gula aren, kayu manis, dan cengkih sampai wangi.
- Santan dimasukkan, api dikecilkan, diaduk terus sampai panas tetapi tidak mendidih.
- Kuning telur dikocok di gelas, rebusan panas dituang sedikit demi sedikit sambil dikocok supaya telur tidak matang menggumpal.
- Merica bubuk ditaburkan terakhir.
Ada versi tanpa santan, dan ada versi tanpa telur; yang tanpa keduanya sudah nyaris menjadi wedang jahe. Takaran ada di resep sarabba.
Soal asal-usul yang beredar
Dua klaim sering diulang: bahwa sarabba adalah minuman bangsawan Kerajaan Gowa-Tallo abad ke-17, dan bahwa sarabba "berasal dari Arab", kadang dikaitkan dengan kata sharbat. Untuk keduanya kami tidak menemukan sumber primer atau kajian bahasa yang mendukung. Kemiripan bunyi "sarabba" dan "sharbat" menarik, tetapi kemiripan bunyi bukan bukti. Yang lebih pasti: sarabba adalah minuman rakyat pesisir Sulawesi Selatan, dijual malam hari, dan lekat dengan cerita pelaut yang membutuhkan penghangat sebelum melaut.
Sarabba dan pisang epe
Di sepanjang Pantai Losari, Makassar, sarabba dijual berdampingan dengan pisang epe, pisang kepok yang dibakar, dipipihkan, dan disiram gula merah cair. Kombinasi panas-manis-pedas ini adalah cara paling umum orang Makassar menghabiskan malam yang berangin. Pasangan dinginnya, di siang hari, adalah es pisang ijo.
Sumber & bacaan
- Sarabba Budaya Indonesia.
- Resep dan Cara Membuat Sarabba, Minuman Khas Bugis-Makassar yang Nikmat detikSulsel.
- Menelusuri Sejarah Sarabba, Minuman Penangkal Dingin dari Sulsel IDN Times Sulsel.





