Cremiera
Rumpun serai (Cymbopogon citratus) yang tumbuh di kebun tropis
Rumpun serai. Undeka 11 · CC BY-SA 4.0 · Commons
Bahan

Serai

Cymbopogon citratus

Dimemarkan dengan punggung pisau sampai wanginya keluar, lalu direbus bersama jahe. Serai adalah yang membuat wedang terasa ringan.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Profil bahan
Bagian yang dipakai
Pangkal batang yang putih, dimemarkan
Aroma
Jeruk, segar, sedikit manis
Rasa
Hampir tidak ada; peran utamanya aroma
Minuman
Bandrek, bir pletok, wedang jahe, wedang secang, air guraka
Ringkasan

Serai (Cymbopogon citratus) adalah rumput tropis yang pangkal batangnya beraroma jeruk. Dalam minuman, batang serai dimemarkan dan direbus bersama jahe untuk memberi kesegaran pada bandrek, bir pletok, wedang jahe, dan air guraka. Serai hampir tidak memberi rasa; tugasnya adalah aroma.

Bagian yang dipakai

Yang beraroma adalah pangkal batang yang putih sampai hijau muda, sekitar sepuluh sampai lima belas sentimeter dari akar. Daun hijaunya yang panjang hampir tidak berbau dan biasanya dibuang atau dipakai untuk mengikat. Lapisan terluar yang kering dikupas. Serai yang segar terasa padat dan berbau tajam saat dipatahkan.

Memarkan, jangan cincang

Untuk minuman, serai dimemarkan dengan punggung pisau atau ulekan sampai seratnya pecah, lalu dimasukkan utuh ke rebusan dan diangkat sebelum disajikan. Mencincangnya membuat serpihan serat ikut ke gelas dan rasa "rumput" menonjol. Satu batang cukup untuk satu liter wedang.

Mengapa serai ada di hampir semua wedang

Jahe yang direbus lama bisa terasa berat dan pahit. Aroma jeruk serai memberi kesan ringan dan segar yang menyeimbangkannya. Itulah sebabnya serai muncul dari Bandung sampai Ternate. Dalam bir pletok, serai adalah salah satu dari tiga bahan yang hampir tidak pernah absen bersama jahe dan secang.