Kunyit (Curcuma longa) adalah rimpang berwarna oranye yang menjadi bahan utama kunyit asam dan pelengkap sinom serta banyak jamu lain. Warnanya dari kurkumin, rasanya getir dan hangat dengan aroma tanah. Untuk minuman, kunyit segar diparut atau diblender lalu diperas; peracik jamu menghindari panci aluminium karena kunyit dan asam bereaksi dengan logam.
Memilih kunyit
Kunyit yang bagus untuk minuman berimpang padat, kulit tidak keriput, dan dagingnya oranye tua saat dibelah. Kunyit yang dagingnya pucat kekuningan memberi warna dan rasa yang lemah. Rimpang induk yang besar lebih beraroma daripada cabang-cabang kecil. Kunyit bubuk bisa dipakai untuk warna, tetapi rasanya berbeda dan sering menggumpal.
Parut, peras, rebus sebentar
Untuk kunyit asam, kunyit dikupas, diparut atau diblender dengan air, diperas, dan sarinya direbus sebentar dengan asam jawa dan gula. Untuk sinom, kunyit hanya diiris dan direbus bersama daun asam muda, sehingga warnanya lebih pucat dan rasanya lebih ringan; perbedaannya di Apa Beda Kunyit Asam dan Sinom?. Rebusan yang terlalu lama membuat rasa pahit menonjol.
Kunyit dan temulawak
Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) adalah kerabat kunyit dengan rimpang lebih besar, warna lebih pucat, dan rasa lebih pahit. Keduanya sering dipakai bersama dalam jamu, tetapi kunyit asam memakai kunyit, bukan temulawak. Di pasar keduanya mudah dibedakan dari ukuran dan warnanya.
Sumber & bacaan
- Potensi Minuman Kunyit Asam (Curcuma domestica Val. - Tamarindus indica L.) sebagai Minuman Kaya Antioksidan Agritech, UGM. Dikutip untuk komposisi, bukan klaim kesehatan.


