Asam jawa (Tamarindus indica) menyumbang rasa asam pada jamu dengan dua bagian yang berbeda. Daging buahnya yang cokelat dan lengket dilarutkan dalam air untuk kunyit asam dan sedikit untuk beras kencur. Daun mudanya, yang dalam bahasa Jawa disebut sinom, direbus untuk jamu sinom. Meski namanya asam jawa, pohon ini berasal dari Afrika dan sudah lama menjadi tanaman tepi jalan di seluruh Jawa.
Daging buah
Di pasar, asam jawa dijual sebagai asam kawak (daging buah yang dipadatkan, tanpa biji), asam gelondong (buah kering utuh dengan biji), atau asam muda yang masih hijau. Untuk kunyit asam, asam kawak paling praktis: segenggam dilarutkan dalam air hangat, diremas, disaring untuk membuang serat dan biji. Asam yang terlalu banyak membuat jamu getir; takarannya biasanya jauh lebih sedikit daripada kunyit.

Daun muda untuk sinom
Pucuk daun asam yang muda, kecil, dan hijau kekuningan disebut sinom. Direbus dengan sedikit kunyit iris, gula, dan asam buah, hasilnya jamu yang lebih ringan dan lebih manis daripada kunyit asam. Sinom sangat lekat dengan Surabaya dan Jawa Timur. Perbedaannya di Apa Beda Kunyit Asam dan Sinom?.
Asam jawa dan asam kandis
Di Sumatra, "asam" sering berarti asam kandis, irisan kering buah Garcinia yang asamnya lebih tajam dan tidak manis. Untuk jamu Jawa, asam kandis bukan pengganti yang tepat.



