Es goyobod adalah es campur khas Garut, Jawa Barat, yang bahan utamanya potongan dadu puding tepung hunkwe (pati kacang hijau), disiram santan, gula merah cair, dan es serut. Kata goyobod dalam bahasa Sunda berarti basah kuyup, menggambarkan potongan hunkwe yang terendam santan.
Hunkwe, pati yang membuatnya kenyal
Yang membedakan goyobod dari sepupunya, es doger, adalah hunkwe. Pati kacang hijau ini menghasilkan puding yang padat dan kenyal, tidak lembek seperti agar dan tidak licin seperti cendol. Adonan hunkwe dimasak dengan air, santan, dan sedikit garam sampai kental, dituang ke loyang, didinginkan, lalu dipotong dadu. Bahan yang sama membentuk es selendang mayang di Jakarta.
Sejarah: satu keluarga, dua kota
Cerita yang paling lengkap diturunkan dari keluarga penjualnya. Junaedi, pedagang es asal Bandung, berjualan di kawasan Kwitang, Jakarta, pada 1930-an. Resepnya diwariskan ke anaknya, Aca, yang berjualan di Jalan Banceuy, Bandung, pada 1940-an. Peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946 memaksanya pindah ke Garut, dan dari Cibatu, Garut, goyobod menjadi terkenal. Versi lain menyebut Aca sendiri yang memperkenalkannya di Cibatu sekitar 1943. Perbedaannya kecil dan tidak mengubah intinya: goyobod adalah produk perpindahan orang pada masa perang.
Isi dan cara menikmati
Selain hunkwe, goyobod biasa diberi tape singkong, alpukat, kelapa muda, pacar cina, atau roti tawar, tergantung penjual. Yang tetap: santan, gula merah, es serut. Di Garut, goyobod menjadi minuman berbuka puasa yang sangat populer.
Sumber & bacaan
- Banyak Kisah Sejarah Es Goyobod, Yang Segar dari Tatar Sunda CNN Indonesia, 2021.
- Sejarah Goyobod, Kesegaran dari Cibatu yang Terkenal Sejak Zaman Kolonial Infogarut.id.



