Cremiera
Nira & Fermentasi·Jawa Barat

Lahang

Nira aren yang baru turun dari pohon, dingin karena embun pagi, dijual dari bumbung bambu. Manis, ringan, dan tidak tahan sampai sore.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Segelas lahang, nira aren segar berwarna putih keruh, dengan bumbung bambu di latar belakang
Lahang, nira aren segar. Gunawan Kartapranata · CC BY-SA 4.0 · Commons
Profil minuman
Keluarga
Nira & fermentasi (tanpa fermentasi)
Daerah
Tanah Sunda, Jawa Barat dan Banten
Bahan dasar
Nira aren segar
Proses
Disadap pagi, diminum langsung
Karakter
Manis ringan, sedikit berbuih, putih keruh
Alkohol
Tidak ada yang berarti bila diminum segar
Kerabat
Legen (nira siwalan), tuak manis (Bali)
Ringkasan

Lahang adalah nira Aren (Enau) segar yang diminum langsung, tanpa dimasak dan tanpa difermentasi. Ini minuman khas Sunda yang dijual penyadap keliling dalam bumbung bambu. Rasanya manis ringan dengan buih halus. Karena nira mulai berfermentasi dalam hitungan jam, lahang harus diminum hari itu juga; bila dibiarkan, ia menjadi tuak.

Minuman pagi

Lahang adalah tahap paling awal dalam kehidupan nira. Penyadap (di Sunda disebut tukang sadap atau panyadap) naik ke pohon aren sebelum matahari tinggi, menurunkan bumbung yang digantung semalaman di mayang, dan menuangkan isinya ke bumbung yang lebih besar untuk dijual. Nira pagi lebih manis dan lebih bersih daripada nira sore. Penjual lahang berkeliling dengan bumbung di pikulan, menuangkannya ke gelas atau plastik, kadang dengan es. Di pasar-pasar Priangan lahang dijual bersama dagangan pagi lain.

Rasa dan mengapa cepat berubah

Nira aren segar mengandung sekitar 10 sampai 15 persen gula, sebagian besar sukrosa, dengan sedikit asam dan mineral. Itu sebabnya lahang sering disebut "isotonik tradisional", sebuah julukan pemasaran yang kami catat tanpa mengesahkan. Rasanya manis bersih dengan aroma yang khas aren, sedikit seperti gula aren yang belum dimasak. Di dalam bumbung, ragi liar mulai bekerja begitu nira menetes. Beberapa jam kemudian buihnya bertambah dan rasa asam muncul; itu tanda lahang sedang berubah menjadi tuak. Penjual menjaga kesegaran dengan membersihkan bumbung dengan air panas dan menghabiskan dagangan sebelum siang.

Kerabat di daerah lain

Lahang punya padanan di seluruh Nusantara: legen di pesisir utara Jawa (dari lontar, bukan aren), tuak manis di Bali dan Lombok, nira lontar yang diminum langsung di Rote dan Sabu. Perbedaan lahang dan tuak ada di Apa Beda Nira dan Tuak?. Nira yang sama, bila dimasak, menjadi gula aren: pemanis bandrek dan bajigur, dua minuman Sunda lain yang lahir dari pohon yang sama.

Sumber & bacaan

  1. Lahang - Minuman Tradisional Khas Sunda (Jawa Barat) Budaya Indonesia.
  2. Analisis Kadar Alkohol Nira Manis Pohon Aren (Arenga pinnata Merr) Arfak Chem: Chemistry Education Journal.