Es teler adalah minuman dingin dari potongan alpukat, daging kelapa muda, dan nangka yang disiram santan encer, sirup, dan susu kental manis, lalu diberi es serut. Minuman ini termasuk yang usianya paling muda di Cremiera: diciptakan oleh Tukiman Darmowijono, pedagang gerobak di Jalan Semarang, Jakarta Pusat, pada awal 1980-an.
Mengapa "teler"?
Teler adalah bahasa gaul Jakarta untuk mabuk atau terhuyung. Cerita yang diwariskan: anak-anak muda yang mencoba es campuran alpukat dan kelapa muda buatan Tukiman mengaku "teler" saking enaknya, dan nama itu menempel. Nama ini sekaligus contoh bagaimana minuman kaki lima Jakarta menamai diri dengan bercanda.
Lomba 1982 dan lahirnya waralaba
Pada 1982 diadakan lomba minuman es teler tingkat nasional. Pemenangnya Ny. Murniati Widjaja; menantunya, Sukyatno Nugroho, kemudian mendirikan gerai Es Teler 77 dengan embel-embel "Juara Indonesia". Dari sini es teler menjadi salah satu minuman Indonesia pertama yang dibawa jaringan waralaba ke mal-mal dan ke luar negeri. Es teler dengan demikian punya dua garis keturunan: gerobak Tukiman dan gerai Murniati.
Isi yang terus bertambah
Tiga bahan inti tidak berubah: alpukat, kelapa muda, nangka. Setelah itu penjual bebas: cincau hitam, kolang-kaling, pacar cina, roti tawar, pepaya, sampai agar-agar, sehingga batas antara es teler dan es campur menjadi kabur. Kalau tiga bahan intinya tidak ada, itu es campur; kalau ada, itu es teler.
Sumber & bacaan
- Es Teler, Sejarahmu Dulu dan Kini Dinas Pendidikan Kota Bekasi (artikel yang sama dimuat di sejumlah situs pemerintah).



