Cremiera
Kenali minuman

Mengapa Bir Pletok Disebut Bir?

Tidak ada ragi, tidak ada malt, tidak ada alkohol. Yang ada jahe, secang, dan nama yang dipinjam dari penjajah.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Ringkasan

Bir pletok disebut bir karena ia dibuat sebagai padanan bir Belanda oleh orang Betawi yang tidak minum alkohol. Pada masa kolonial, orang Betawi melihat orang Belanda minum bir untuk menghangatkan badan dan merayakan sesuatu, lalu membuat minuman rempah dari jahe, secang, dan serai yang fungsinya sama, dan menamainya bir. Kata "bir" diserap dari bahasa Belanda bier. "Pletok" adalah tiruan bunyi: kocokan minuman dengan es dalam bambu, rempah yang digeprek, atau tutup botol yang dibuka.

Asal kata "bir"

Dua versi beredar. Yang pertama dan paling diterima: dari bier Belanda, karena bir pletok memang dibuat sebagai tandingan bir Belanda, minuman hangat untuk malam dan minuman meriah untuk pesta, tanpa alkohol yang dilarang agama sebagian besar orang Betawi. Warna merah dari secang membuatnya tampak seperti anggur, dan buih dari kocokan membuatnya tampak seperti bir. Yang kedua mengaitkan "bir" dengan kata Arab bi'run yang berarti sumber air. Versi ini muncul di sejumlah tulisan, tetapi tidak ada jejak pemakaian kata itu dalam bahasa Betawi, dan tidak menjelaskan mengapa minuman ini dibuat menyerupai minuman Eropa. Cremiera menganggap versi Belanda jauh lebih kuat.

Asal kata "pletok"

Semua versi sepakat "pletok" adalah onomatope. Yang berbeda adalah bunyi apa yang ditiru:

  • Kocokan dalam bambu. Bir pletok dingin dibuat dengan menuang minuman dan es batu ke ruas bambu, menutupnya, dan mengocoknya kuat-kuat sampai berbuih. Es yang membentur bambu berbunyi "pletok-pletok". Ini versi yang paling sering diceritakan penjual, dan yang paling cocok dengan cara saji yang dikenal.
  • Rempah yang digeprek. Jahe, serai, dan rempah dimemarkan sebelum direbus.
  • Tutup botol. Bunyi tutup bir Belanda yang dibuka, yang ditiru dalam nama.

Ketiganya bisa benar bersama-sama, karena nama yang bagus sering punya lebih dari satu alasan.

Bir yang bukan bir

Karena namanya, bir pletok pernah dipertanyakan status kehalalannya. Otoritas sertifikasi halal di Indonesia memperlakukannya sebagai pengecualian berdasarkan kebiasaan setempat: nama "bir" di sini tidak merujuk pada minuman beralkohol dan sudah dikenal masyarakat sebagai minuman rempah. Bir pletok dengan demikian adalah contoh langka nama yang dipinjam tanpa isinya ikut dipinjam.

Selanjutnya

Bahan, resep, dan sejarahnya ada di bir pletok; cerita panjang tentang Betawi dan bir Belanda di Bir Pletok, Bir yang Tidak Memabukkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bir pletok mengandung alkohol?
Tidak. Bir pletok adalah rebusan jahe, secang, serai, dan rempah dengan gula, tanpa fermentasi.
Apakah bir pletok halal?
Bir pletok tidak mengandung alkohol dan diperlakukan sebagai minuman rempah; nama "bir" adalah nama tradisional yang tidak merujuk pada minuman beralkohol.

Sumber & bacaan

  1. Bir pletok Wikipedia (Indonesia).
  2. Asal-usul Bir Pletok, Bir Tanpa Alkohol Khas Betawi Kompas.com.