Gula aren dibuat dari nira pohon aren (Arenga pinnata). Gula jawa dan gula kelapa adalah nama yang sama untuk gula dari nira pohon kelapa. Gula merah adalah istilah payung untuk semuanya, dan kadang juga untuk gula tebu yang tidak dimurnikan. Gula aren lebih gelap, lebih lunak, dan beraroma karamel yang lebih kuat; gula kelapa lebih padat, lebih terang kemerahan, dan rasanya lebih netral. Untuk sirup cendol dan bandrek, gula aren memberi rasa yang lebih dalam.
Perbandingan
| Gula aren | Gula jawa / gula kelapa | Gula merah | |
|---|---|---|---|
| Sumber | Nira aren | Nira kelapa | Istilah umum; bisa aren, kelapa, atau tebu |
| Warna | Cokelat tua sampai kehitaman | Cokelat kemerahan | Bervariasi |
| Tekstur | Lebih lunak, mudah diiris | Padat, keras | Bervariasi |
| Aroma | Karamel kuat, sedikit asap | Lebih ringan, netral | Bervariasi |
| Cetakan lazim | Tempurung, bumbung bambu, semut (butiran) | Tempurung setengah bola, silinder | Bervariasi |
| Nama daerah | Gula kawung (Sunda), gula Bali (dari lontar/aren) | Gula jawa, gula kelapa, gula klapa | Gula habang (Banjar) |
| Cocok untuk | Sirup cendol, bandrek, bajigur, sarabba, kopi | Jamu, masakan, kue | Sesuai jenis sebenarnya |
Soal gula merah tebu
Sebagian "gula merah" di pasar, terutama yang sangat keras dan mengilap, dibuat dari tebu yang dimasak tanpa dimurnikan, atau dari campuran gula pasir yang dilelehkan dengan sedikit gula nira. Rasanya manis datar tanpa aroma karamel. Untuk minuman, ini yang paling sering mengecewakan.
Cara memilih
- Patahkan: gula aren asli mudah patah dan wangi; gula tebu keras dan hampir tanpa aroma.
- Lihat warna: gula aren cokelat tua tidak rata; gula kelapa cokelat kemerahan lebih rata.
- Cicipi: gula aren punya sedikit asam dan asap di belakang manisnya.
Halaman gula aren membahas cara membuatnya; nira membahas cairan asalnya.



