Cremiera
Pantai Losari, Makassar, dengan deretan warung di tepi laut
Sulawesi

Sulawesi Selatan

Pantai Losari menjual sarabba panas dan pisang ijo dingin. Di pegunungan Toraja, nira aren mengalir ke bambu.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Pulau
Sulawesi
Kelompok budaya
Bugis, Makassar, Toraja, Mandar
Bahan khas
Jahe, gula aren, santan, telur, pisang raja, nira aren dan lontar
Ruang sosial
Warung pesisir Losari, upacara Rambu Solo dan Rambu Tuka

Gbr. 01 Pantai Losari, Makassar. Sarabba dan pisang epe dijual di sepanjang tepinya. ahmad yudi · CC BY-SA 3.0 · Commons

Sulawesi Selatan minum panas di malam hari dan dingin di siang hari, di tempat yang sama. Sarabba, jahe dengan gula aren, santan, kuning telur, dan merica, dijual di warung-warung Pantai Losari bersama pisang epe. Es Pisang Ijo dan pallu butung, pisang raja dalam bubur sumsum dan sirup merah, adalah takjil Makassar yang paling dicari; perbedaannya di Apa Beda Es Pisang Ijo dan Pallu Butung?. Makassar juga punya cendolnya, cindolo, dari tepung ketan.

Di pegunungan, Toraja punya ballo Toraja: tuak dari aren (induk), lontar (tala), atau beras (ase), disajikan dalam bumbung bambu pada upacara Rambu Solo dan Rambu Tuka, dan dijual di pasar-pasar seperti Bittuang.

Minuman yang dibahas

Tala, lontar Sulawesi Selatan

Lontar adalah flora identitas Sulawesi Selatan, tumbuh di pesisir kering Jeneponto, Takalar, dan Bantaeng. Niranya jadi tuak dan gula, buahnya jadi es. Lihat lontar (Siwalan).

Sumber & bacaan

  1. Ekologi, Pemanfaatan, dan Sosial Budaya Lontar (Borassus flabellifer Linn.) sebagai Flora Identitas Sulawesi Selatan Kajian etnobotani.
  2. Ballo Wikipedia (Indonesia).