Sarabba adalah wedang jahe yang diperkaya santan, kuning telur, dan merica. Dua hal yang perlu dijaga: santan tidak boleh mendidih, dan telur harus dikocok sambil disiram, bukan dimasak di panci. Kenali minumannya di sarabba.
Bahan
- 100 gjahe, dibakar dan digeprek
- 150 ggula aren, disisir
- 600 mlair
- 1 batangkayu manis
- 3 butircengkih
- 300 mlsantan kental
- 4 butirkuning telur ayam kampung
- 1/2 sdtmerica bubuk
- sejumputgaram
Cara membuat
- Rebus air, jahe, gula aren, kayu manis, dan cengkih 15 menit dengan api kecil sampai wangi dan gula larut. Saring.
- Kembalikan ke panci, masukkan santan dan garam. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai uap naik. Jangan mendidih.
- Kocok satu kuning telur di tiap gelas dengan garpu sampai rata.
- Tuang sarabba panas sedikit demi sedikit ke gelas sambil terus dikocok, sampai gelas terisi dan permukaan berbuih.
- Taburi merica. Sajikan segera.
Yang diharapkan
Cokelat susu, kental, berbuih halus, pedas jahe dengan hangat merica yang tinggal, manis karamel, gurih santan dan telur.
Kesalahan yang sering terjadi
- Rebusan dituang sekaligus: telur menggumpal seperti telur orak-arik.
- Santan mendidih: pecah.
Pengganti yang masuk akal
- Tanpa telur: tetap sarabba, versi yang juga lazim di Makassar.
- Tanpa santan: mendekati wedang jahe Jawa dengan merica.
Penyimpanan dan penyajian
Sarabba bertelur harus segera diminum. Rebusan jahe-gula-santan (tanpa telur) tahan 2 hari di lemari es; panaskan tanpa mendidih, lalu siram ke telur.
Variasi daerah
Pasangannya di Makassar adalah pisang epe. Kerabat bertelurnya di Jawa adalah STMJ, di Minang teh talua.
