Es pisang ijo adalah pisang (umumnya pisang raja atau kepok) yang dibungkus adonan tepung beras berwarna hijau pandan-suji, dikukus, diiris, dan disajikan dingin dengan bubur sumsum, sirup merah, dan es serut. Pallu butung adalah pisang matang tanpa selimut yang dimasak atau disajikan langsung dalam bubur sumsum santan dengan sirup merah, dan bisa dinikmati hangat maupun dingin. Pallu butung dianggap bentuk yang lebih tua; es pisang ijo adalah pengembangannya.
Perbandingan
| Es pisang ijo | Pallu butung | |
|---|---|---|
| Pisang | Dibungkus adonan hijau, dikukus | Tanpa selimut, direbus atau dikukus |
| Jenis pisang lazim | Raja atau kepok | Raja |
| Bubur sumsum | Ya | Ya, sering lebih kental |
| Sirup merah | Ya | Ya |
| Suhu | Dingin, dengan es serut | Hangat atau dingin |
| Nama | Dari tampilannya: pisang hijau | Dari bahasa Makassar: pallu (masak) + butung (pisang matang) |
| Umur | Pengembangan yang lebih baru | Dianggap lebih tua |
Dua cara menamai
Pallu butung dinamai dari cara membuatnya, dalam bahasa Makassar; es pisang ijo dinamai dari tampilannya, dalam bahasa Indonesia. Perbedaan bahasa ini sendiri sudah petunjuk umur: pallu butung lahir dalam kosakata lokal, es pisang ijo lahir ketika "es" sudah menjadi kata sehari-hari di Makassar. Klaim bahwa pallu butung "ada sejak abad ke-17" beredar tanpa sumber primer, dan kami tidak mengulanginya.
Mana yang dipesan
- Siang panas, mau yang dingin dan cantik: es pisang ijo.
- Sore hujan, mau yang hangat: pallu butung.
- Mau rasa pisang yang lebih menonjol: pallu butung, karena tidak ada selimut yang menyela.
Resep es pisang ijo di resep es pisang ijo.

