Cremiera
Serutan kayu secang berwarna merah kecokelatan
Serutan kayu secang. Herusutimbul · CC BY-SA 4.0 · Commons
Bahan

Secang

Caesalpinia sappan (Biancaea sappan)

Dulu diperdagangkan antarbangsa sebagai pewarna kain. Kini diserut tipis dan diseduh menjadi minuman merah yang hangat dan sedikit sepat.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Profil bahan
Bagian yang dipakai
Kayu teras, diserut tipis
Warna
Merah dari brazilin, larut dalam air panas
Rasa
Ringan, sedikit sepat, hampir tanpa aroma
Minuman
Wedang secang, wedang uwuh, bir pletok
Ringkasan

Secang (Caesalpinia sappan, kini Biancaea sappan) adalah perdu berduri asal Asia Tenggara yang kayu terasnya berwarna merah. Serutan kayunya, bila diseduh air panas, melepaskan brazilin, pigmen merah yang mewarnai wedang secang, wedang uwuh, dan bir pletok. Rasanya sendiri ringan dan sedikit sepat; secang lebih banyak memberi warna daripada rasa.

Kayu dagang

Secang adalah komoditas tua. Catatan perdagangan menunjukkan kayu secang diperdagangkan setidaknya sejak abad ke-14 sebagai bahan pewarna merah untuk kain, termasuk batik, dan menjadi barang dagangan antarbangsa sampai akhir abad ke-19, sebelum pewarna sintetis menggantikannya. Di Jawa, kayu yang sama masuk ke dapur: diserut dan diseduh. Di Cirebon, secang dipakai dalam minuman tradisional desa; di Betawi, ia menjadi tanda tangan bir pletok.

Mengapa merah

Brazilin adalah senyawa dalam kayu secang yang bila teroksidasi menjadi brazilein, pigmen merah yang larut dalam air panas. Warnanya berubah menurut keasaman: lebih merah muda di larutan asam, lebih merah tua sampai keunguan di larutan basa. Karena itu wedang secang yang diberi jeruk nipis warnanya berubah, sesuatu yang bisa dijadikan permainan di meja.

Mengenali serutan yang bagus

Serutan secang yang bagus berwarna merah tua sampai cokelat kemerahan dan mewarnai air dalam beberapa menit. Serutan yang pucat kekuningan berarti lebih banyak kayu gubal (bagian luar) daripada teras. Secang bisa diseduh ulang dua sampai tiga kali; warnanya memudar tetapi masih ada.

Sumber & bacaan

  1. Secang Wikipedia (Indonesia).
  2. Pemanfaatan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Minuman Tradisional di Desa Pamijahan, Kabupaten Cirebon Kajian etnobotani.