Bir pletok adalah rebusan jahe dan rempah yang diwarnai secang. Komposisi rempah kering berbeda antar pembuat; yang di bawah ini adalah susunan yang paling lazim. Kenali minumannya di bir pletok.
Bahan
- 1,2 literair
- 100 gjahe, dibakar dan digeprek
- 15 gserutan kayu secang (segenggam)
- 2 batangserai, dimemarkan
- 1 batangkayu manis (5 cm)
- 5 butircengkih
- 3 butirkapulaga, dimemarkan
- 1/4 butirpala, dimemarkan
- 1/2 sdtlada hitam butir
- 2 lembardaun pandan
- 3 lembardaun jeruk (opsional)
- 150 ggula pasir atau gula batu
- sejumputgaram
Cara membuat
- Rebus air dengan semua bahan kecuali gula selama 20–25 menit dengan api kecil sampai air merah pekat dan wangi.
- Masukkan gula dan garam, aduk sampai larut. Cicipi; tambah gula bila perlu.
- Saring. Sajikan panas, atau dinginkan.
- Untuk versi dingin ala Betawi: tuang bir pletok dingin dan beberapa es batu ke botol atau ruas bambu, tutup, kocok kuat sampai berbuih, tuang ke gelas.
Yang diharapkan
Merah tua jernih, pedas jahe yang bersih, wangi serai dan kapulaga, hangat kayu manis dan pala, manis sedang. Versi dingin berbuih di atas.
Kesalahan yang sering terjadi
- Secang terlalu sedikit: warna merah muda pucat.
- Pala terlalu banyak: getir dan mendominasi.
Pengganti yang masuk akal
- Tanpa kapulaga atau pala: tetap bir pletok, hanya lebih sederhana.
- Gula batu memberi manis yang lebih bersih daripada gula pasir.
Penyimpanan dan penyajian
Tahan 4–5 hari dalam botol tertutup di lemari es. Warna tetap merah.
Variasi daerah
Sebagian pembuat menambahkan cabai jawa untuk hangat yang lebih tinggal. Versi Cirebon dan Yogyakarta yang serupa adalah wedang secang dan wedang uwuh.

