Cremiera
Nira & Fermentasi·Nusa Tenggara Timur

Sopi & Moke

Tuak yang dipanaskan, uapnya dialirkan lewat bambu panjang, dan tetesannya ditampung. Di Flores dan Maluku, tetesan itu adalah bahasa adat.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Perempuan Rote menjual nira lontar dengan dua wadah anyaman daun lontar yang disebut haik
Penjual nira lontar di Rote dengan wadah haik dari daun lontar. Dari nira inilah tuak, lalu sopi, dibuat. MandalaYaya · CC BY-SA 4.0 · Commons
Profil minuman
Keluarga
Nira & fermentasi (sulingan)
Daerah
Maluku; NTT (Flores, Rote, Sabu, Timor); juga Papua
Bahan dasar
Tuak dari nira lontar, aren (koli), atau kelapa (sageru)
Proses
Nira difermentasi menjadi tuak, lalu disuling dengan alat tradisional dari bambu dan periuk
Karakter
Bening, keras, aroma nira yang tersisa
Nama
Sopi dari Belanda "zoopje"; moke sebutan Flores
Kedudukan
Minuman adat: penerimaan tamu, perkawinan, penyelesaian sengketa
Susunannira+lontar (siwalan)+aren (enau)+penyulingan
Ringkasan

Sopi (Maluku dan Nusa Tenggara Timur) dan moke (Flores) adalah minuman hasil penyulingan tuak, yaitu nira Lontar (Siwalan) atau aren (Enau) yang sudah difermentasi. Kata sopi diserap dari bahasa Belanda zoopje, minuman keras kecil. Di kedua wilayah, sopi dan moke berkedudukan sebagai minuman adat: dituang untuk menyambut tamu, mengesahkan perkawinan, dan menutup sengketa.

Penyulingan dengan bambu

Tuak yang sudah beberapa hari difermentasi dituang ke periuk tanah atau drum dan dipanaskan di atas tungku kayu. Uap alkoholnya dialirkan melalui bambu panjang, di Maumere ada yang sampai lima meter, yang mendingin di udara terbuka atau dilewatkan air, dan tetesannya ditampung di botol. Tetesan pertama paling keras; penyuling tradisional biasanya memisahkannya. Di Nias proses serupa menghasilkan tuo nifarõ; di Minahasa, cap tikus; di Bali, arak. Alat dan bahannya berbeda, prinsipnya sama: memisahkan alkohol dari tuak dengan panas.

Sopi di Maluku

Di Maluku, nira diambil dari aren, yang di sana disebut koli, atau dari kelapa, yang niranya disebut sageru. Ke dalam nira ditambahkan bubuk akar husor agar nira tidak mengental menjadi gula saat dipanaskan dan supaya fermentasi berjalan. Sopi hadir dalam upacara adat, dalam pertemuan marga dan soa, dan sebagai cara menyelesaikan persoalan antar keluarga atau antar desa: sopi dituang, sengketa dianggap ditutup. Praktik ini diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas Maluku, sekaligus terus menjadi bahan perdebatan kebijakan publik karena kadar alkoholnya.

Moke di Flores

Di Sikka dan Maumere, moke dibuat dari tuak lontar atau aren dan disuling di rumah-rumah penyuling yang diwariskan lintas generasi. Moke disebut sebagai lambang hukum adat, persaudaraan, dan penerimaan: tamu disambut dengan moke, pesta perkawinan dibuka dengan moke, dan ketika ada masalah di kampung, moke dituang untuk mempersatukan kembali. Bagi banyak keluarga penyuling di desa-desa sekitar Maumere, moke juga sumber nafkah yang menyekolahkan anak.

Deretan pohon lontar di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
Lontar di Rote Ndao. Dari pohon ini: nira, gula, tuak, dan sopi. Mujiono Leo · CC BY-SA 3.0 · Commons

Dari nira ke sopi: satu pohon, empat minuman

Empat kehidupan nira
TahapNamaAlkoholCara
Nira segarTuak manis, legen, lahang; di Rote disebut tuak jugaTidak berartiDisadap, diminum langsung
Nira terfermentasiTuak, ballo, saguerRendah, bervariasiDibiarkan jam sampai hari
SulinganSopi, moke, arak, cap tikus, tuo nifarõTinggiTuak dipanaskan, uap disuling
CukaCuka niraBerubah menjadi asam asetatTuak dibiarkan lebih lama

Sumber & bacaan

  1. Sopi Wikipedia (Indonesia); etimologi zoopje.
  2. Sopi Minuman Beralkohol Khas Maluku Lekat dengan Acara Adat detikTravel.
  3. Nilai Sopi bagi Masyarakat Maluku, dari Adat ke Kehidupan Sehari-hari TelusuRI.
  4. Mengenal Moke, Minuman Tradisional dan Simbol Adat di Sikka Flores Kompas Travel, 2019.
  5. Melihat Proses Penyulingan Moke di Maumere Sikka Tribun Flores, 2022.