Cremiera
Perbukitan sabana Wairinding di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Pulau & gugusan

Bali & Nusa Tenggara

Makin ke timur makin kering, dan makin penting pohon lontar. Dari tuak manis Bali sampai moke Flores, nira palem adalah benang merahnya.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Provinsi yang dibahas
Bali, Nusa Tenggara Timur; Lombok lewat minumannya
Bahan khas
Nira lontar, aren, dan kelapa; kelapa muda; daun kecemcem
Suhu
Segar dan suhu ruang
Keluarga dominan
Nira & fermentasi

Gbr. 01 Bukit Wairinding, Sumba Timur. Lanskap kering yang cocok untuk lontar. Zahrasrtn · CC BY-SA 4.0 · Commons

Di kepulauan ini, "tuak" adalah kata sehari-hari dengan arti yang bergeser dari pulau ke pulau. Di Bali, tuak manis adalah nira segar dan tuak wayah adalah nira yang sudah difermentasi dengan laru. Di Lombok, orang Sasak membedakan tuak manis dan toaq. Di Rote dan Sabu, nira lontar disebut tuak begitu saja, diminum pagi-pagi sebagai pengganti sarapan di musim kering, dan sisanya dimasak menjadi gula atau disuling menjadi sopi. Di Flores, sulingannya bernama moke dan menjadi bahasa adat.

Di luar nira, Bali punya loloh, minuman daun yang setara jamu, dan es kuwut yang bertumpu pada kelapa muda dan jeruk nipis, bukan santan.

Wilayah

  • Lombok (Nusa Tenggara Barat): tuak manis dan toaq dari nira aren; belum punya halaman sendiri. Lihat tuak.

Minuman yang dibahas

Lontar, pohon kehidupan

Tidak ada pohon yang lebih menentukan minuman kawasan ini daripada lontar (Siwalan). Di Rote dan Sabu, orang bertahan hidup di musim kering berkepanjangan dengan meminum nira lontar. Di Karangasem dan Buleleng, penyadap lontar dan aren bekerja dua kali sehari untuk tuak dan gula. Ceritanya ada di Nira, Cairan yang Menghidupi Pulau-Pulau Kering.