Cremiera
Pohon lontar tinggi dengan daun berbentuk kipas
Pohon lontar. Vebra · CC BY 3.0 · Commons
Bahan

Lontar (Siwalan)

Borassus flabellifer

Palem berdaun kipas yang berdiri di tanah kering Pantura, Madura, Bali timur, NTT, dan Sulawesi Selatan. Di tempat aren tidak mau tumbuh, lontar mengambil alih.

Redaksi CremieraDitinjau Riset meja

Profil bahan
Nama lokal
Siwalan, ental (Jawa, Bali), taal (Madura), tala (Bugis-Makassar), tua (Timor), manggitu (Sumba), lontoir (Ambon)
Bagian untuk minuman
Nira mayang jantan; daging buah muda
Habitat
Dataran rendah kering sampai 500 m
Turunan
Legen, tuak, gula lontar, sopi/moke; es siwalan
Ringkasan

Lontar atau siwalan (Borassus flabellifer) adalah palem berdaun kipas yang tumbuh di dataran rendah kering: pesisir utara Jawa, Madura, Bali timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Niranya menjadi legen bila segar, tuak bila difermentasi, dan gula lontar bila dimasak; sulingan tuaknya adalah sopi dan moke. Daging buah mudanya yang bening dan kenyal dijual sebagai buah siwalan dan masuk ke es dawet siwalan.

Pohon daerah kering

Lontar adalah cermin aren: di mana aren butuh lembap dan lereng, lontar butuh panas dan kering. Karena itu peta lontar adalah peta musim kemarau panjang: Tuban, Lamongan, dan Gresik di Jawa Timur; Brebes dan pesisir Jawa Tengah; Madura; Karangasem dan Buleleng di Bali; Lombok, Sumba, Timor, Rote, dan Sabu di Nusa Tenggara; Jeneponto dan Takalar di Sulawesi Selatan, yang menjadikan lontar flora identitas provinsinya. Pohonnya tinggi lurus, bisa lebih dari dua puluh meter, dan disadap dengan tangga bambu atau takik di batang.

Deretan pohon lontar di tepi sawah
Lontar di tepi sawah. Vebra · CC BY 3.0 · Commons

Nira lontar

Nira lontar sangat manis dan, di daerah yang kekurangan air, menjadi sumber energi utama. Di Rote dan Sabu, nira lontar diminum pagi-pagi, dimasak menjadi gula cair (gula air) yang disimpan dalam wadah daun lontar, dan sisanya menjadi tuak dan sopi. Di Tuban, nira yang sama disebut legen dan dijual dari bumbung di tepi jalan. Di Bali timur, penyadap lontar Tianyar dan Tejakula menghasilkan tuak dan gula. Cerita penyadapnya ada di Nira, Cairan yang Menghidupi Pulau-Pulau Kering.

Buah siwalan

Buah lontar muda dibelah dan bijinya yang bening, kenyal, dan berair dimakan begitu saja atau dipotong ke dalam es. Es dawet siwalan Tuban dan Lamongan adalah pertemuan buah dan nira dari pohon yang sama dengan dawet. Buah tua yang kuning berserat dan berbau kuat dipakai untuk kue di sebagian daerah.

Daun untuk naskah

Daun lontar adalah bahan naskah kuno Jawa dan Bali, dan itulah asal kata "lontar" untuk naskah. Di Rote daun yang sama dianyam menjadi haik, wadah untuk menampung dan menjual nira, dan menjadi topi ti'i langga.

Sumber & bacaan

  1. Mengenal Pohon Lontar Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.
  2. Siwalan atau Lontar PosKupang Wiki.
  3. Ekologi, Pemanfaatan, dan Sosial Budaya Lontar sebagai Flora Identitas Sulawesi Selatan Kajian etnobotani.