Di Bali, tuak adalah kata untuk seluruh perjalanan nira. Tuak manis adalah nira yang baru turun, diminum pagi tanpa alkohol yang berarti. Dengan laru (sabut kelapa, kulit kesambi, kulit nangka, atau sabut buah lontar) dan waktu, ia menjadi tuak wayah, tuak tua; dan dengan penyulingan, arak. Di Buleleng timur dan Karangasem yang kering, penyadap lontar naik pohon dua kali sehari. Tradisi metuakan di Karangasem, minum tuak bersama di banjar, menjadikan tuak bagian dari pergaulan, bukan sekadar minuman. Semua ini di tuak.
Di luar nira, Bali punya loloh, minuman daun yang setara jamu; loloh cemcem dari Penglipuran yang paling dikenal. Dan es kuwut, es kelapa muda dengan jeruk nipis, adalah minuman dingin Bali yang tidak memakai santan.
Minuman yang dibahas
- Es & SantanEs KuwutSerutan kelapa muda, melon, selasih, dan jeruk nipis. Kesegaran khas Bali.
- Jamu & LolohLoloh CemcemPerasan daun kedondong hutan dari Desa Penglipuran, Bali. Asam, asin, sepat, segar.
- Nira & FermentasiTuakSatu kata, banyak minuman: dari nira segar sampai hasil fermentasi, tergantung daerahnya.
Tuak dan upacara
Tuak hadir dalam sejumlah upacara dan pertemuan adat Bali sebagai bagian dari sesajen dan jamuan. Kami tidak merinci tata caranya karena berbeda antar desa adat. Cerita tuak dalam pergaulan ada di Tuak di Meja Adat: Dari Lapo sampai Gawai.
Sumber & bacaan
- Hikayat Tuak tatkala.co.
- Metuakan, Tradisi Minum Tuak di Karangasem BaleBengong.
- Loloh Cemcem minuman khas Desa Penglipuran Ceraken Kebudayaan Bali.
