Tuak Dayak adalah minuman fermentasi dari beras ketan yang dikukus, didinginkan, dicampur ragi, dan diperam beberapa hari sampai berminggu-minggu; cairan yang keluar dari peraman itulah tuaknya. Berbeda dari tuak Batak atau Bali yang berbahan nira, tuak Dayak umumnya tidak berasal dari pohon. Tuak dibuat khusus menjelang Gawai, pesta panen, dan disuguhkan kepada tamu sebagai tanda penerimaan.
Tuak yang tumbuh dari sawah
Bahan tuak Dayak adalah hasil panen itu sendiri. Ketan dikukus sampai matang, dihamparkan sampai dingin, lalu ditaburi ragi tapai yang ditumbuk. Campuran itu dimasukkan ke guci atau wadah tertutup dan diperam. Dalam tiga sampai lima hari cairan mulai terkumpul di dasar; makin lama diperam, makin kering rasanya dan makin tinggi alkoholnya. Prosesnya persis pembuatan tapai ketan, hanya diteruskan lebih jauh dan cairannya yang diambil. Di Toraja proses yang sama menghasilkan ballo ase; di Bali, brem.
Sebagian komunitas Dayak juga membuat tuak dari nira aren atau kelapa bila pohonnya ada, tetapi tuak beras adalah yang lekat dengan pesta adat.
Gawai dan tamu
Gawai adalah pesta syukur panen yang dirayakan berbagai komunitas Dayak, di Kalimantan Barat sekitar Mei sampai Juni. Tuak dibuat sebelum pesta dan menjadi bagian dari penyambutan: tamu yang datang ke rumah panjang atau rumah betang disuguhi tuak, dan menolaknya dianggap tidak sopan. Sebuah liputan detik menasihati pelancong: jangan tolak suguhan minuman di acara adat Dayak; cukup cicipi sedikit kalau tidak terbiasa. Tuak juga hadir di pernikahan dan upacara adat lain. Di Sarawak, Malaysia, tuak Gawai Dayak dan Natal adalah tradisi yang sama.

Makna
Dalam banyak keterangan warga Dayak, tuak melambangkan kebersamaan, kekeluargaan, dan penghormatan kepada tamu; dibuat bersama, diminum bersama. Karena itu tuak Dayak tidak dijual sehari-hari seperti tuak Batak di lapo; ia muncul pada waktu tertentu dan menghilang lagi. Cerita tuak dalam pergaulan berbagai masyarakat ada di Tuak di Meja Adat: Dari Lapo sampai Gawai.
Sumber & bacaan
- Tuak - Kalimantan Barat Budaya Indonesia.
- Dear Pelancong, Jangan Tolak Suguhan Minuman di Acara Adat Dayak! detikNews.
- Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai Suara Kalbar, 2026.



