Es lidah buaya adalah minuman dingin khas Pontianak, Kalimantan Barat, dari potongan dadu daging lidah buaya yang sudah dibuang getahnya, direbus sebentar, lalu disajikan dalam air gula atau sirup dengan es. Jenis lidah buaya yang dibudidayakan di Pontianak, Aloe chinensis, dikenal sebagai "lidah buaya Pontianak" dan pelepahnya jauh lebih besar daripada tanaman hias biasa.
Dari pot ke kebun
Pada 1980-an lidah buaya di Pontianak masih ditanam di pot sebagai tanaman hias dan obat luar. Warga Siantan Hulu di Pontianak Utara kemudian mulai membudidayakannya di lahan gambut dan mengolahnya menjadi minuman berserat, dodol, kerupuk, sampai kosmetik. Minuman segarnya awalnya hanya diproduksi segelintir orang dan dijual di warung tepi jalan; sekarang lidah buaya menjadi produk unggulan yang diakui pemerintah kota, dan es lidah buaya menjadi oleh-oleh khas Pontianak.
Cara mengolahnya
- Pelepah dikupas, daging beningnya dipotong dadu.
- Potongan direndam air garam atau dicuci berulang untuk membuang lendir dan getah kuning yang pahit.
- Direbus sebentar sampai kenyal, ditiriskan, didinginkan.
- Disajikan dalam sirup atau air gula, kadang ditambah selasih, jeruk nipis, atau sirup rasa buah, dengan es.
Sumber & bacaan
- Minuman Berserat Lidah Buaya Khas Pontianak Indonesia Kaya.
- Lidah Buaya (produk unggulan) Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak.


